Blogger Widgets
Wellcome To My Blog Devi Fitzgerald

Selasa, 17 April 2012

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan

Ilmu ekonomi tradisional (traditional economics) memusatkan perhatiannya pada alokasi termurah dan terefisien atas segenap sumber daya yang Iangka, serta upaya-upaya untuk memanfaatkan pertumbuhan optimal sumber-sumber daya tersebut dari waktu ke waktu agar dapat menghasilkan sebanyak mungkin barang dan jasa. 

Yang dimaksudkan dengan ilmu ekonomi tradisional di sini adalah ilmu ekonomi klasik dan neoklasik yang banyak diajarkan dalam buku-buku teks pengantar ekonomi. Ilmu ekonomi neoklasik tradisional menitikberatkan pembahasannya pada aspek-aspek ekonomi dunia kapitalis, yakni mulai dari pasar sempurna; kedaulatan konsumen; penyesuaian harp secara otomatis; perumusan keputusan yang didasarkan pada kalkulasi marjinal, laba swasta, dan kepuasan (utility); serta pentingnya keseimbangan atau ekuilibrium atas segenap pasar output (penawaran dan permintaan produk-produk berupa barang dan jasa) dan pasar input (penawaran dan permintaan sumbersumber daya atau faktor-faktor produksi, yakni tenaga kerja, modal, dan teknologi). Aliran ini mengasumsikan adanya “rasionalitas” ekonomi di kalangan para pelaku ekonomi. Artinya, mereka akan senantiasa mendasarkan tindakan dan pilihannya pada perhitungan untung-rugi. Mereka juga diasumsikan memiliki atau menganut orientasi materialistis (mengutamakan pemuasan atau pengejaran mated), bersifat individualistis, dan selalu mengutamakan kebutuhan atau kepentingannya sendiri dalam setiap proses pembuatan keputusan ekonomi.

Cakupan ilmu ekonomi politik (political economy) lebih luas dari jangkauan ilmu ekonomi tradisional. Fokus khususnya antara lain adalah proses-proses sosial serta institusional yang memungkinkan kelompok-kelompok elit ekonomi dan politik mempenga ruhi alokasi sumber daya produktif yang persediaannya selalu terbatas (langka), sekarang atau di masa yang akan datang, baik secara khusus untuk keuntungan sendiri atau kelompok maupun secara umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, ilmu ekonomi politik itu pada intinya membahas kaitan antara ilmu politik dan ilmu ekonomi, dengan perhatian utama pada peranan kekuasaan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

Sedangkan ilmu ekonomi pembangunan (development economics) mempunyai ruang lingkup yang lebih luas lagi. Selain memperhatikan masalab efisiensi alokasi sumber daya produktif yang langka (atau yang tidak terpakai) serta kesinambungan pertumbuhan dari waktu ke waktu, ilmu ekonomi pembangunan juga memberi perhatian pada mekanisme-mekanisme ekonomi, sosial, politik, dan kelembagaan, baik yang terkandung dalam sektor swasta maupun yang terdapat di sektor publik. Semua mekanisme itu sangat diperlukan demi terciptanya suatu perbaikan standar indup secara cepat (paling tidak menurut standar historis) dan berskala luas bagi masyarakat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang selama ini masili terus bergulat dengan masalahmasalah kemiskinan, buta huruf, dan bahkan kelaparan. Berbeda dari negara-negara maju (MDCs, more developed countries), sebagian besar pasar komocliti dan sumber daya di negara-negara Dunia Ketiga (LDCs, less developed countries) sangat tidak sempurna, pihak konsumen maupun pihak produsen sama-sama tidak memiliki informasi pasar yang memadai. Kondisi masyarakat maupun perekonomiannya sangat sering mengalami berbagai peruhahan struktural yang amat mendasar. Situasi disekuilibrium atau ketidakseimbangan pasar sering kali terjadi (artinya, harga tidak mampu menyeimbangkan tingkat penawaran dan tingkat permintaan). Dalam banyak hal, kalkulasi ekonomi sangat dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan atau prioritas politik dan sosial. Dalam kalimat lain, kepentingan ekonomi acap kali dikalahkan atau dinomorduakan oleh hal-hal yang bersifat nonekonomis mulai dari keharusan atau kehendak untuk membangun sebuah sosok bangsa Baru yang kokoh dan bersatu (ini terjadi di Afrika), penggantian tenaga ahli asing dengan tenaga ahli setempat, kebutuhan penyelesaian konflik antara suku-suku bangsa ataupun kelompok-kelompok etnik yang secara historis senantiasa berseteru, sampai prioritas pelestarian tradisi-tradisi keagamaan dan budaya. Pada tingkat individual, kepentingankepentingan keluarga, klan atau trah, agama, dan kepentingan suku acap kali juga mengalahkan serta menyisihkan utilitas dari kepentingan swasta dan pribadi atau kalkulasi maksimalisasi keuntungan.

Jadi, jelaslah bahwa jangkauan atau cakupan ilmu ekonomi pembangunan itu lebih luas dari ilmu ekonomi neoklasik tradisional atau bahkan ilmu ekonomi politik. Logika utamanya adalah karena ilmu ekonomi pembangunan tersebut langsung berkaitan dengan keseluruhan proses politik, budaya, dan ekonomi yang diperlukan untuk mempengaruhi transformasi struktural dan kelembagaan yang cepat dari seluruh masyarakat demi menghasilkan rentetan keinajuan ekonomi yang benar-benar bermanfaat, dan melalui proses yang efisien, bagi sebagian besar penduduk. Bertolak dari kcnyataan tersebut, maka tidak seperti ilmu ekonomi pada umumnya, ilmu ekonomi pembangunan menganggap penting mekanisme yang membuat keluarga, daerah, dan seluruh bangsa terperangkap dalam kemiskinan, dan juga strategi yang paling efektif untuk dapat melepaskan diri dari perangkap tersebut. Ilmu ekonomi pembangunan juga mengakui manfaat peranan pemerintah yang lebih besar dan berbagai tingkatan perumusan atau perencanaan keputusan ekonomi serta pelaksanaannva secara terkoordinasi demi mengarah kepada transformasi ekonomi yang diinginkan. Dalam tahun-tahun terakhir, aktivitas dari organisasi nonpemerintah (LSM), balk nasional maupun internasional telah berkembang sangat cepat dan menerima perhatian yang meningkat.

Bertolak dari heterogenitas negara-negara Dunia Ketiga yang begitu besar dan proses pembangunan yang begitu rumit, maka ilmu ekonomi pembangunan hams bersifat eklektis, yakni mengkombinasikan berbagai konsep dan teori yang relevan dari analisis ilmu ekonomi tradisional dengan model-model Baru dan pendekatan yang lebih multidisipliner serta Lain dari kajian-kajian sejarah dan pengalaman pembangunan kontemporer di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Dewasa ini, ilmu ekonomi pembangunan merupakan sebuah disiplin yang penuli dengan terobosan, penuh dengan berbagai penemuan data dan teori yang ban*. Terri-teori dan statistik ini kadang-kadang mendukung, tetapi kadang-kadang menentang cara pandang tradisional mengenai dunia. Namun, tujuan akhir ilmu ekonomi pembangunan tidak berubah, yakni untuk memungkinkan kita lebih memahami perekonomian negara-negara Dunia Ketiga guna memudahkan upaya perbaikan standar hidup bagi mayoritas penghuni bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar